Kamis, 17 Februari 2011

2

Serenada Putih

Karya : WS Rendra

Kesepiannya mengurung jerit hatinya.

Pandangnya yang dirahasiakan

terasa juga oleh lelaki itu.

Di jalan orang memetik gitar

cecak di tembok

dan rindu di hatinya:

bagai baying-bayangnya yang gelap.

Ketika terdengar

bunyi lonceng tembok

lelaki itu memandangnya.

Ia pun menunduk.

Tergerai rambutnya

bagai malam.

Gadis yang sangsi pada diri

memendam segala rasa

dalam berpura.

Terkunci mulutnya.

Menunduk matanya.

Semakin berpura

semakin panas ia.

Rindunya murni

bagai permata belum diasah

bagai rahasia belum disingkapkan.

Cecak berbunyi dalam kantuknya

dan gemeterlah sepi

di kamar itu.

Lelaki itu menjamahnya

dan membisikan kata-kata

dengan napas yang melemaskan.

Angin menumbuki kaca jendela.

Sepatu terantuk kaki meja.

Maka:

dalam pelukan gemetar

pertukaran napas ganas

menemu kuncinya.

Lalu:

cium pertamanya

Kemudian:

dikatakanlah segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar